Rindu dendam seiring gelombang
Pemberontakan. Tak mampu diredam
Selalu saja menggoyang-goyang
Dunia khayali.
Mengelucuk jiwa
Jancuk !
Rabu, 05 Maret 2008
SAJAK MIMPI
Aku tadi bermimpi sebagai mimpi putra raja
Gadis manis. Tak pernah ku temu
Wajah bulat telur. Bibir tipis merah delima
Rambut menjuntai sepinggang
Katanya bakal jadi istriku
Pandang matanya sangat menyejukkan
Dalam jaga. Sungguh kumintakan ia pada Tuhan
Heran. Lantas bagaimana dengan.........?
Gadis manis. Tak pernah ku temu
Wajah bulat telur. Bibir tipis merah delima
Rambut menjuntai sepinggang
Katanya bakal jadi istriku
Pandang matanya sangat menyejukkan
Dalam jaga. Sungguh kumintakan ia pada Tuhan
Heran. Lantas bagaimana dengan.........?
Minggu, 02 Maret 2008
DOA AKHIR TAHUN
Buat : A
Detik menggugah. Terus melangkah dari waktu lalu
Meinggalkan tapak berlumpur – pekat.
Sebab itu, jangan lagi noleh ke belakang
Biar segala emosi iri – usah pedulikan
Segalanya biar menguap !
Sekarang, jadilah air
Mengalir tak terhalangi : jujur dan tegas
Itulah makna hakiki bersekutu.
Membangun rumah persekutuan di puncak
Bukit kehidupan
O, alangkah indahnya !
Detik menggugah. Terus melangkah dari waktu lalu
Meinggalkan tapak berlumpur – pekat.
Sebab itu, jangan lagi noleh ke belakang
Biar segala emosi iri – usah pedulikan
Segalanya biar menguap !
Sekarang, jadilah air
Mengalir tak terhalangi : jujur dan tegas
Itulah makna hakiki bersekutu.
Membangun rumah persekutuan di puncak
Bukit kehidupan
O, alangkah indahnya !
DIRI
Menatap segala nyanyian duniawi. Serakah
Deras mengguyur badan
Berlari ; Mencengkeram syahwat
Berlari tak berhenti – nafas tersengal
Coba berhenti. Berpaling dari kelam
Mencari caya menembus batas
Melayang-layang diri ini di ruang nisbi
Menggapai-gapai dilumat kabut.
Embun.
Sepi.
Hening.
Hhh.....seperti inilah aku,
Yang dengan dosapun aku bersahabat.
Deras mengguyur badan
Berlari ; Mencengkeram syahwat
Berlari tak berhenti – nafas tersengal
Coba berhenti. Berpaling dari kelam
Mencari caya menembus batas
Melayang-layang diri ini di ruang nisbi
Menggapai-gapai dilumat kabut.
Embun.
Sepi.
Hening.
Hhh.....seperti inilah aku,
Yang dengan dosapun aku bersahabat.
PERJAMUAN
Tetaplah pada perjalanan
Bertenang langkah
Sebagai ikan di laut tak pernah tergesa
Selama masih punya udara
Bertemanlah pada hidup ;
Akrabi lalu kencan dan bersenggama
Hingga tuntas menikmatinya
Jangan tergesa
Meski batas penngembaraan
Tak pernah diketahui pantainya
Seperti batas langit
Maka, marilah kita torehkan nama kita masing-masing
Pada biru langit dengan darah
Jiwa kita hingga merahlah segala
Menjulang mercusuar membelah cakrawala
Terus kita sapukan kuas darah
Pada langit. Terus. Terus.
Sampai tuntas kita sapukan cat emas
Kehidupan di kedalaman sukma
Sehingga pada akhirnya kita bisa tersenyum dan istirahat
Dengan tenang
Memenuhi undangan perjamuan Maha Agung
Dan kita tuang anggur pada cawan perak
Hingga mabuk dan berceloteh dengan khusyuk :
Allah.Allah..Allah...Allah....Allah.....Allah......Allah.......Allah........
Allah.........Allah..........!!!...........
Bertenang langkah
Sebagai ikan di laut tak pernah tergesa
Selama masih punya udara
Bertemanlah pada hidup ;
Akrabi lalu kencan dan bersenggama
Hingga tuntas menikmatinya
Jangan tergesa
Meski batas penngembaraan
Tak pernah diketahui pantainya
Seperti batas langit
Maka, marilah kita torehkan nama kita masing-masing
Pada biru langit dengan darah
Jiwa kita hingga merahlah segala
Menjulang mercusuar membelah cakrawala
Terus kita sapukan kuas darah
Pada langit. Terus. Terus.
Sampai tuntas kita sapukan cat emas
Kehidupan di kedalaman sukma
Sehingga pada akhirnya kita bisa tersenyum dan istirahat
Dengan tenang
Memenuhi undangan perjamuan Maha Agung
Dan kita tuang anggur pada cawan perak
Hingga mabuk dan berceloteh dengan khusyuk :
Allah.Allah..Allah...Allah....Allah.....Allah......Allah.......Allah........
Allah.........Allah..........!!!...........
Minggu, 24 Februari 2008
O.
O.
Jika digandeng dengan i
Bermaknalah ia sebagai memanggil
Jika digandeng bersama h
Maka ia adalah letupan emosi jiwa
Jika bergabung dengan kembarannya
Hanya diucapkan oleh orang bodoh
Jika diikuti oleh k
Maka ia berarti kesepakatan
Jika berjejer dengan m
Wah, yang ini biasanya gemar sekali mencari daun muda
Dan bila bergandengan dengan a
Bertambah satu lagi jeritan teka-teki
Kehidupan yang nongol dari
Selangkangan yang memuakkan !
Jika digandeng dengan i
Bermaknalah ia sebagai memanggil
Jika digandeng bersama h
Maka ia adalah letupan emosi jiwa
Jika bergabung dengan kembarannya
Hanya diucapkan oleh orang bodoh
Jika diikuti oleh k
Maka ia berarti kesepakatan
Jika berjejer dengan m
Wah, yang ini biasanya gemar sekali mencari daun muda
Dan bila bergandengan dengan a
Bertambah satu lagi jeritan teka-teki
Kehidupan yang nongol dari
Selangkangan yang memuakkan !
JERIT
Rinai hujan malam ini
Bekukan segala. Segala
Cindi guruku Chairil Anwar ku tatapi
Bertanya padanya : Mengapa ?
Bekukan segala. Segala
Cindi guruku Chairil Anwar ku tatapi
Bertanya padanya : Mengapa ?
API AKU
Diusap jemari waktu : tak kentara
Matahari jadi beku
Kalah oleh panas lahar yang menggelegak
Dalam hati jiwaku
Tak juga mengendap malah makin kental
O, jika sudah begini adakah semuanya
Akan berhenti. Senyap. Kelu. Mengembun
Tak mungkin !
Api terus saja membakar-bakar
Menghanguskan segala. Hingga tak ada
Lagi yang tersisa
Pergi berkaca.
Aku lebur ! Menguap !
Kaca pecah berantakan. Aku tersungkur
Ku butuh air penyejuk
Biar segar untuk bertenang diri
Kemana ? Entah.
Terus berjalan membawa apiku
Membara. Tak juga mau meredup.
Meradang.
Persetan !
Matahari jadi beku
Kalah oleh panas lahar yang menggelegak
Dalam hati jiwaku
Tak juga mengendap malah makin kental
O, jika sudah begini adakah semuanya
Akan berhenti. Senyap. Kelu. Mengembun
Tak mungkin !
Api terus saja membakar-bakar
Menghanguskan segala. Hingga tak ada
Lagi yang tersisa
Pergi berkaca.
Aku lebur ! Menguap !
Kaca pecah berantakan. Aku tersungkur
Ku butuh air penyejuk
Biar segar untuk bertenang diri
Kemana ? Entah.
Terus berjalan membawa apiku
Membara. Tak juga mau meredup.
Meradang.
Persetan !
BETINAKU
Ku cari betinaku jalang
Karena kita sama telanjang
Ku cari betinaku di jalan
Karena kita sama;
Seonggok sampah di lorong gelap
Kau tahu dimana aku
Aku tak tahu dimana kau
Aku adalah kau
Kau adalah aku, sekarang
Mau apa mereka
Disini aku hidup, kau juga
Disana kau hidup, aku juga ?
Mau apa mereka
Biarkan aku hidup
Seperti yang lain
Tapi aku kan beda
Betina !
Betina !
Ku cari kau dimana-mana !
Karena kita sama telanjang
Ku cari betinaku di jalan
Karena kita sama;
Seonggok sampah di lorong gelap
Kau tahu dimana aku
Aku tak tahu dimana kau
Aku adalah kau
Kau adalah aku, sekarang
Mau apa mereka
Disini aku hidup, kau juga
Disana kau hidup, aku juga ?
Mau apa mereka
Biarkan aku hidup
Seperti yang lain
Tapi aku kan beda
Betina !
Betina !
Ku cari kau dimana-mana !
MENANTI
Menangkup sunyi
Resah meradang
Menunggui bom waktu. Dipasang kemarin
Menunggu terus
Berteka-teki ; kena sasaran ataukah
Terkapar sendiri
Detik merambat jantung mendegup
Urat menegang segala menegang
Kian awas – waspada
Tambah mendebar menderas keringat
Pada sekujur pori-pori jiwa
Astaga,
Mengapa begitu lama detik merangkak ?
Resah meradang
Menunggui bom waktu. Dipasang kemarin
Menunggu terus
Berteka-teki ; kena sasaran ataukah
Terkapar sendiri
Detik merambat jantung mendegup
Urat menegang segala menegang
Kian awas – waspada
Tambah mendebar menderas keringat
Pada sekujur pori-pori jiwa
Astaga,
Mengapa begitu lama detik merangkak ?
SEBAB RINDU
Hujanlah hujan
Hujanlah !
Biar mendung tak lagi mendung
Biar petir tak lagi petir
Hujanlah mengguyur segala menderas
Hingga tak lagi pelangi bermuka-muka
Sebab rindu yang terpental-pental
Ingin juga mencari tempat berteduh
Hujanlah !
Biar mendung tak lagi mendung
Biar petir tak lagi petir
Hujanlah mengguyur segala menderas
Hingga tak lagi pelangi bermuka-muka
Sebab rindu yang terpental-pental
Ingin juga mencari tempat berteduh
DALAM HATIKU
Dalam hatiku
Sungai yang mengalir
mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalirmengalirmengalirmengalirmengalirmengalirmengalir
dalam segala penghidupan
Sungai yang mengalir
mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir mengalir
mengalirmengalirmengalirmengalirmengalirmengalirmengalir
dalam segala penghidupan
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)


-001.jpg)